Irman Gusman dan Presiden Aliyev Sepakat Dirikan Forum Persahabatan
Oleh Alci Tamesa
BAKU,
Azerbaijan, 21 Desember 2012 – Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev
mendukung penuh gagasan Ketua DPD RI Irman Gusman untuk membentuk
“Indonesia-Azerbaijan Friendship Forum” demi meningkatkan hubungan kedua
negara di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
Dukungan tersebut disampaikan Aliyev kemarin di Kantor Kepresidenan
di wilayah Baku saat menerima Irman Gusman yang didampingi Duta Besar RI
untuk Azerbaijan Prayono Atiyanto serta sejumlah Senator dari
Indonesia.
Presiden Aliyev menyambut baik inisiatif Irman untuk membentuk forum
yang akan menjadi wadah pertemuan serta pertukaran informasi ekonomi,
bisnis, pendidikan, sosial dan kebudayaan guna mempererat hubungan
bilateral kedua negara.
“Forum tersebut akan menjadi tempat bertemunya para pelaku dunia
usaha, tokoh masyarakat, akademisi, pemuka agama, budayawan, serta
generasi muda Indonesia dan Azerbaijan”, jelas Irman.
Ia
menambahkan, forum ini akan mengadakan berbagai kegiatan di Indonesia
dan Azerbaijan demi meningkatkan pemahaman tentang potensi sosial-budaya
serta potensi ekonomi dan bisnis kedua negara.
Duta Besar RI di Baku, Prayono Atiyanto menjelaskan bahwa dalam
pertemuan tersebut Presiden Aliyev menegaskan bahwa ia sangat setuju
dengan gagasan Ketua DPD RI tersebut. Menurutnya, kini tinggal menunggu
dari pihak Azerbaijan mengenai implementasi teknis yang akan menyangkut
para menteri terkait.
“Tidak biasanya Presiden Aliyev menunjukkan ekspresi wajah yang
begitu cerah dan senang. Ini pertanda ia sangat bahagia karena gagasan
ini akan mempererat hubungan kedua bangsa,” ujar Prayono.
“Bahkan
tadi Presiden Aliyev katakan bahwa ia akan fokus ke Indonesia saja dan
tidak ke lain tempat dalam konteks peningkatan hubungan bilateral,
karena ia yakin Indonesia adalah sahabat yang paling tepat untuk
bermitra,” tambah Prayono.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, Irman mengingatkan Presiden
Aliyev bahwa ia memiliki “standing invitation” dari Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono untuk berkunjung ke Indonesia.
Presiden Aliyev
mengatakan bahwa ia akan sangat senang dapat berkunjung ke Indonesia.
Kunjungan Aliyev tersebut di perkirakan sekitar pertengahan tahun depan.
Irman juga mengusulkan agar di samping meningkatkan hubungan antara
kedua pemerintahan, perlu juga dilakukan berbagai kegiatan untuk
mempererat parliament to parliament, business to business, people to
people, campus to campus, and youth to youth relations antara kedua
bangsa.
“Upaya demikian akan menghasilkan sinergi yang “dahsyat”, yang akan
memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi di wilayah Asia Tengah
dan Tenggara”, jelasnya.
Sebagai simbol persahabatan, Irman
memberikan sebuah miniatur Candi Borobudur kepada Aliyev serta
menjelaskan tentang pentingnya pelestarian budaya kedua bangsa.
Irman juga mengusulkan agar dengan pengalaman serta kapasitas yang
dimiliki Azerbaijan dalam industri perminyakan, sudah waktunya
Azerbaijan mendirikan oil refinery center di Indonesia karena negeri itu
memiliki potensi, keahlian, serta pengalaman sangat luas di bidang
perminyakan.
Selama ini Indonesia terpaksa membeli minyak Azerbaijan dari pihak
ketiga di pasar internasional sehingga harganya tak bisa ditekan. Karena
itu gagasan Irman tersebut diharapkan dapat mengurangi beban anggaran
Pertamina dalam mengimpor minyak Azerbaijan.
Irman juga menemui Ketua Milli Mejelis (parlemen) Azerbaijan, Ogtay
Asadov, yang pernah juga berkunjung ke Indonesia. Asadov menekankan
perlu diadakannya lebih banyak pertemuan antar anggota parlemen kedua
negara serta perlu ditingkatkannya hubungan bilateral di bidang
industri, perdagangan, pariwisata, serta perbankan.
Kepada Asadov Irman menjelaskan bahwa Presiden Aliyev sepenuhnya
mendukung gagasannya untuk mendirikan payung kerjasama dan kemitraan
melalui forum persahabatan yang akan segera dibentuk. Forum ini akan
dijalankan oleh para profesional dari berbagai bidang dan bekerjasama
dengan berbagai instansi pemerintahan di kedua negara.
Irman juga menemui Menteri Pembangunan Ekonomi Azerbaijan, Shahin
Mustafayev yang menyambut baik gagasannya untuk memfasilitasi hubungan
langsung di bidang ekonomi dan bisnis kedua negara melalui forum
persahabatan bilateral yang dimaksud.
Dalam pertemuan tersebut, Irman menjelaskan tentang potensi
perekonomian Indonesia yang semakin kokoh bukan saja sebagai negara
anggota G-20 melainkan juga sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia dan
diharapkan pada 2030 akan menjadi salah satu dari lima terbesar ekonomi
dunia.
Saat itu, jelas Irman, penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 285
juta dengan pendapatan per kapita mencapai lebih dari US$17.00-, suatu
kekuatan raksasa yang akan memengaruhi dunia.
Bahkan saat ini
pun dengan 248 juta penduduk, kelas menengah Indonesia sudah mencapai
sekitar 60 juta orang dengan pendapatan per kapita yang jauh di atas
pendapatan rata-rata nasional (US$ 3,524).
Potensi ini perlu dibaca oleh negara seperti Azerbaijan, jelas Irman
kepada Asadov dan delegasi tuan rumah, sambil menambahkan, “Teman saya,
Dubes Azerbaijan di Jakarta sudah bekerja cukup keras dan akan bekerja
lebih keras lagi.”
Irman Gusman juga melakukan pertemuan dengan pimpinan Kadin
Azerbaijan dan berharap agar forum persahabatan kedua negara yang
digagasnya akan mempererat hubungan antara para anggota Kadin dari kedua
negara.
Sebelum mengakhiri kunjungannya di Azerbaijan malam ini,
Iman akan mengunjungi Pusat Bahasa dan Kebudayaan Indonesia di
Azerbaijan University of Languages yang dipimpin oleh Prof. Habib
Zarbaliyev, warga asli Azerbaijan yang fasih berbahasa Indonesia.***