Jumat, 19 April 2013

Ibu Mirawati Launching Free Magazine ASIATECH


           Sambutan Komisaris PT.ASIATECH INTEGRASI Ibu Mirawati  pada peluncuran edisi pertama Majalah ASIATECH

 Pemotongan Tumpeng oleh Ibu Mirawati didamping para penasehat dan undangan

 Penasehat  Majalah ASIATECH  Bapak H.Ir. Dibyo Rahardjo, MA,  didampingi oleh Bapak H Ir. Nur Doradjat, MM, Bapak Syamsul Munir,  Bapak H. Jerry Tomasoa, SH,.MBA dan undangan. Menerima Nasi Tumpeng pertama dari Ibu Mirawati di Café PAD 28 (18/04)


 Jakarta- LIPUTANSATU (18/04)  PT.ASIATECH INTEGRASI telah berhasil menerbitkan “ASIATECH Magazine”  di Jakarta pada hari ini Kamis tanggal 18 April 2013.

Adapun “ASIATECH Magazine”  merupakan Majalah berbasis Technologi hadir dalam konteks memberikan informasi dan tips Solusi Teknologi Informasi terkini beserta para pelaku bisnisnya dalam solusi WAN Optimasi yang dituangkan dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh Jajaran Top Menejemen.

Setelah melalui pertimbangan dan analisa yang cukup lama maka  PT.ASIATECH INTEGRASI coba memberikan wadah/ruang dalam bentuk “ASIATECH Magazine” bagi para pelaku Bisnis IT khususnya Optimasi Jaringan yang memberikan solusi dalam sisi yang lain.

Dengan penasehat Bapak H.Ir. Dibyo Rahardjo, MA, Bapak H Ir. Nur Doradjat, MM, Bapak Syamsul Munir serta bimbingan Bapak H. Jerry Tomasoa, SH,.MBA sebagai penanggung jawab, maka ASIATECH Magazine kami launching bertempat di Café PAD 28.

Majalah ini ditujukan kepada Eksekutif para pengambil keputusan di Perusahaan yang berhadapan dengan berbagai persoalan bisnis dan dihadapkan kepada situasi harus memberikan solusi yang efektif dan efisien dalam bidang ICT yang mana sangat membantu dalam pengambilan keputusan.
Kami sebagai Distributor terbesar untuk produk Riverbed dan Overland mencoba menuangkan penjelasan Solusi Eksklusif sesuai dengan produk Asiatech dalam WAN Optimasi dimana Majalah ini tidak diperjual belikan hanya kami distribusikan di kalangan tertentu (Top Menejemen) yang terbit 4 kali dalam 1 tahun, perediksi 2000 exemplar.

Dalam mendistribusikannya kami melakukan secara ekslusif hanya dikalangan tertentu yang memang sesuai dengan tujuan dan misi majalah ini dalam mengedepankan Teknologi ICT dalam membantu menjalankan roda Bisnis, dimana banyak permasalahan secara operasional membutuhkan solusi cepat untuk menampilkan hasil yang baik dan benar     







Selasa, 25 Desember 2012

Irman Gusman dan Presiden Aliyev Sepakat Dirikan Forum Persahabatan




Irman Gusman dan Presiden Aliyev Sepakat Dirikan Forum Persahabatan
Oleh Alci Tamesa

BAKU, Azerbaijan, 21 Desember 2012 – Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mendukung penuh gagasan Ketua DPD RI Irman Gusman untuk membentuk “Indonesia-Azerbaijan Friendship Forum” demi meningkatkan hubungan kedua negara di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Dukungan tersebut disampaikan Aliyev kemarin di Kantor Kepresidenan di wilayah Baku saat menerima Irman Gusman yang didampingi Duta Besar RI untuk Azerbaijan Prayono Atiyanto serta sejumlah Senator dari Indonesia.

Presiden Aliyev menyambut baik inisiatif Irman untuk membentuk forum yang akan menjadi wadah pertemuan serta pertukaran informasi ekonomi, bisnis, pendidikan, sosial dan kebudayaan guna mempererat hubungan bilateral kedua negara.

“Forum tersebut akan menjadi tempat bertemunya para pelaku dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, pemuka agama, budayawan, serta generasi muda Indonesia dan Azerbaijan”, jelas Irman.

Ia menambahkan, forum ini akan mengadakan berbagai kegiatan di Indonesia dan Azerbaijan demi meningkatkan pemahaman tentang potensi sosial-budaya serta potensi ekonomi dan bisnis kedua negara.

Duta Besar RI di Baku, Prayono Atiyanto menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Presiden Aliyev menegaskan bahwa ia sangat setuju dengan gagasan Ketua DPD RI tersebut. Menurutnya, kini tinggal menunggu dari pihak Azerbaijan mengenai implementasi teknis yang akan menyangkut para menteri terkait.

“Tidak biasanya Presiden Aliyev menunjukkan ekspresi wajah yang begitu cerah dan senang. Ini pertanda ia sangat bahagia karena gagasan ini akan mempererat hubungan kedua bangsa,” ujar Prayono.

“Bahkan tadi Presiden Aliyev katakan bahwa ia akan fokus ke Indonesia saja dan tidak ke lain tempat dalam konteks peningkatan hubungan bilateral, karena ia yakin Indonesia adalah sahabat yang paling tepat untuk bermitra,” tambah Prayono.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Irman mengingatkan Presiden Aliyev bahwa ia memiliki “standing invitation” dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk berkunjung ke Indonesia.

Presiden Aliyev mengatakan bahwa ia akan sangat senang dapat berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Aliyev tersebut di perkirakan sekitar pertengahan tahun depan.

Irman juga mengusulkan agar di samping meningkatkan hubungan antara kedua pemerintahan, perlu juga dilakukan berbagai kegiatan untuk mempererat parliament to parliament, business to business, people to people, campus to campus, and youth to youth relations antara kedua bangsa.

“Upaya demikian  akan menghasilkan sinergi yang “dahsyat”, yang akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi di wilayah Asia Tengah dan Tenggara”, jelasnya.

Sebagai simbol persahabatan, Irman memberikan sebuah miniatur Candi Borobudur kepada Aliyev serta menjelaskan tentang pentingnya pelestarian budaya kedua bangsa.

Irman juga mengusulkan agar dengan pengalaman serta kapasitas yang dimiliki Azerbaijan dalam industri perminyakan, sudah waktunya Azerbaijan mendirikan oil refinery center di Indonesia karena negeri itu memiliki potensi, keahlian, serta pengalaman sangat luas di bidang perminyakan.

Selama  ini Indonesia terpaksa membeli minyak Azerbaijan dari pihak ketiga di pasar internasional sehingga harganya tak bisa ditekan. Karena itu gagasan Irman tersebut diharapkan dapat mengurangi beban anggaran Pertamina dalam mengimpor minyak Azerbaijan.

Irman juga menemui Ketua Milli Mejelis (parlemen) Azerbaijan, Ogtay Asadov, yang pernah juga berkunjung ke Indonesia. Asadov menekankan perlu diadakannya lebih banyak pertemuan antar anggota parlemen kedua negara serta perlu ditingkatkannya hubungan bilateral di bidang industri, perdagangan, pariwisata, serta perbankan.

Kepada Asadov Irman menjelaskan bahwa Presiden Aliyev sepenuhnya mendukung gagasannya untuk mendirikan payung kerjasama dan kemitraan melalui forum persahabatan yang akan segera dibentuk. Forum ini akan  dijalankan oleh para profesional dari berbagai bidang dan bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintahan di kedua negara.

Irman juga menemui Menteri Pembangunan Ekonomi Azerbaijan, Shahin Mustafayev yang menyambut baik gagasannya untuk memfasilitasi hubungan langsung di bidang ekonomi dan bisnis kedua negara melalui forum persahabatan bilateral yang dimaksud.

Dalam pertemuan tersebut, Irman menjelaskan tentang potensi perekonomian Indonesia yang semakin kokoh bukan saja sebagai negara anggota G-20 melainkan juga sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia dan diharapkan pada 2030  akan menjadi salah satu dari lima terbesar ekonomi dunia.

Saat itu, jelas Irman, penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 285 juta dengan pendapatan per kapita mencapai lebih dari US$17.00-, suatu kekuatan raksasa yang akan memengaruhi dunia.

Bahkan saat ini pun dengan 248 juta penduduk, kelas menengah Indonesia sudah mencapai sekitar 60 juta orang dengan pendapatan per kapita yang jauh di atas pendapatan rata-rata nasional  (US$ 3,524).

Potensi ini perlu dibaca oleh negara seperti Azerbaijan, jelas Irman kepada Asadov dan delegasi tuan rumah, sambil menambahkan, “Teman saya, Dubes Azerbaijan di Jakarta sudah bekerja cukup keras dan akan bekerja lebih keras lagi.” 

Irman Gusman juga melakukan pertemuan dengan pimpinan Kadin Azerbaijan dan berharap agar forum persahabatan kedua negara yang digagasnya akan mempererat hubungan antara para anggota Kadin dari kedua negara.

Sebelum mengakhiri kunjungannya di Azerbaijan malam ini, Iman akan mengunjungi Pusat Bahasa dan Kebudayaan Indonesia di Azerbaijan University of Languages yang dipimpin oleh Prof. Habib Zarbaliyev, warga asli Azerbaijan yang fasih berbahasa Indonesia.***

Rabu, 12 Desember 2012

Abum Peluncuran Buku "Raden Saleh" di Goethe Institut, Jakarta


Buku Raden Saleh telah dipersembahkan oleh penyusunnya Dr. Werner Kraus. Terdiri dari 3 seri bahasa yakni Inggris, Indonesia dan Jerman.  Saat diluncurkan (11/12/12) yang tersedia adalah Bahasa Inggris. Sedangkan  bahasa Indonesia masih berbentuk contoh. Dan akan selesai dalam seminggu kemudian. Sedangkan yang berbahasa Jerman diperkirakan selesai pada Januari 2013. Buku tersebut berukuran 35cm x 25cm dengan 357 halaman, termasuk 123 halaman teks ilustrasi, 25 halaman lithography dan 118 halaman lukisan. Kulit muka dan belakang terdiri dari hardcover dan bersampul artistik  dengan ISBN 978-602-18212-1-3. Pemesanan buku tersebut dapat di email ke Order@AfterhoursBooks.com



Prof. Wardiman Dojonegoro sedang memberikan sambutannya selaku Ketua Dewan Juri Lomba Esai Raden Saleh


Dr. Werner Kraus (tengah)  Penulis Buku "Raden Saleh  The Beginning of Modern Indonesian Painting ." sedang menjelaskan kepada wartawan media massa sejarah Raden Saleh dan suka dukanya menyusun buku ini

Bapak Hashim Djojohadikusumo bersama Direktur Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia dan New Zealand, Bapak Franz Xaver Agustin dan Prof. Peter Carey


Bapak Hashim Djojohadikusumo beramah-tamah bersama Prof Wardiman Djojonegoro da Prof.Peter Carey



Bapak Hashim Djojohadikusumo bersama Bapak Prof. Wardiman dan undangan VIP di Goethe Institut.

 

"Dari lubik hati saya" mungkin demikianlah ya ng akan disampaikan  Bapak Hasyim Djojohadikusumo saat beramah-tamah bersama Prof. Wardiman dan  Prof. Peter Carey


'Saya pesan buku Raden Saleh' demikian
Bapak Hashim Djojohadikusumo menyampaikan langsung kepada Bapak Brahmantyo dari Penerbit Afterhours Books

Dr. Werner Kraus Penyusun Buku Raden Saleh  bersama Penulis yang juga Creator Satu Meter untuk Roda Dua, www.satumeter.com, Ruslan Andy Chandra

Prof. Wardiman  Mantan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan bersama Penulis di Goethe Institut, Jakarta

 
 Ruslan Andy Chandra, saat yang menyenangkan bersama Bapak Hashim Djojohadikusumo dan menjelaskan program  kreasi saya "Satu Meter untuk Roda Dua."  www.satumeter.com. Seusai acara Peluncuran Buku Raden Saleh di Goethe Institut, Jakarta
 
 


Selasa, 11 Desember 2012

Buku "Raden Saleh Awal Lukisan Indonesia Modern" dan Hashim Djojohadikusumo



Buku "Raden Saleh dan Awal Lukisan Indonesia Modern."

Bapak Hashim Djoyohadikusumo (tengah) bersama Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.dr.ing. Wardiman Djoyonegoro dan Undangan

Penulis dan Creator Satu Meter untuk Roda Dua, Ruslan Andy Chandra bersama Bapak Hashim Djojohadikusumo

Bapak Hashim Djojohadikusumo sedang memesan Buku langsung kepada Bapak Brahmantyo dari Penerbit Afterhours Books

JAKARTA,LIPUTANSATU.COM. Sukses besar Pameran seni  komprehensif pertama karya pelukis Maestro Raden Saleh (1809 - 1880) yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia pada bulan Juni 2012. Telah menarik lebih dari 20.000 pengunjung dari Indonesia dan seluruh dunia. Pameran tersebut berlangsung selama  tiga minggu,. Hal ini menunjukkan bahwa di Jakarta, Raden Saleh telah sukses dan melegenda.
Buku "Raden Saleh dan Awal Lukisan Indonesia Modern."

Enam bulan kemudian, (11/12) Goethe-Institut Indonesia, bersama-sama dengan Kedutaan Besar Jerman, mempersembahkan buku  
Raden Saleh dan Awal Lukisan Indonesia Modern.”  Buku tersebut mengangkat  otoritatif pertama pada kehidupan dan karya seniman Jawa yakni Raden Saleh. Buku ini diterbit  berdasarkan riset dan  disusun oleh oleh kurator pameran, Dr Werner Kraus.

Buku Raden Saleh dijual untuk umum terdiri dari 3 seri bahasa yakni Inggris  (Rp.990.000), Indonesia (Rp.880.000) dan Jerman (Rp.990.000).  Saat diluncurkan (11/12/12) yang tersedia adalah Bahasa Inggris. Sedangkan  bahasa Indonesia masih berbentuk contoh. Dan akan selesai dalam seminggu kemudian. Sedangkan yang berbahasa Jerman diperkirakan selesai pada Januari 2013. Buku tersebut berukuran 35cm x 25cm dengan 357 halaman, termasuk 123 halaman teks ilustrasi, 25 halaman lithography dan 118 halaman lukisan. Kulit muka dan belakang terdiri dari hardcover dan bersampul artistik  dengan ISBN 978-602-18212-1-3. Pemesanan buku tersebut dapat di email ke Order@AfterhoursBooks.com

Dalam  perbincangan khusus dengan Ruslan Andy Chandra  dari LiputanSatu.Com.   Direktur Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia dan New Zealand, Franz Xaver Agustin.   "Hashim Djojohadikusumo menyumbang banyak kata Agustin." Jumlah sekitar lima puluh ribu dollar (US. 50, 000) biaya tersebut untuk membuat ruangan khusus di Galeri Nasional, Jakarta.  Pengadaan interior,  alat pendingin serta peralatan  pendukung untuk ruang galeri Raden Saleh.

Sebelumnya juga pada pidato resminya Franz Agustin  di depan para Duta Besar dan perwakilan negara-negara sahabat, undangan dan para tokoh Indonesia termasuk Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof.dr.ing. Wardiman Djoyonegoro. Franz  menucapkan terima kasih kepada berbagai pihak atas terbitnya Buku Raden Saleh tersebut. Secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Hasyim atas dukungannya untuk pembuatan ruang Galery khusus Raden Saleh  di Jakarta. 

Malam itu terlihat Bapak Hashim Djojohadikusumo tampak sangat akrab dan banyak berbincang  dengan Prof. dr.ing. Wardiman Djoyonegoro dan para tamu.  Sebelum meninggalkan acara Bapak Hashim tampak  ke ruangan pemesanan buku, Dan langsung memesan buku-buku Raden Saleh kepada Lans Brahmantyo dari after hoursbooks.(rac).


Senin, 10 Desember 2012

Ketua DPD RI Dukung Abdulrahman Saleh Jadi Bandara Internasional



Ketua DPD RI Irman Gusman mendukung keinginan Pemda dan 

masyarakat Malang Raya untuk meningkatkan status bandara 

Abdulrahman Saleh menjadi bandara internasional, sekaligus menjadi 

gerbang udara kedua Jawa Timur setelah Juanda Surabaya yang mulai 

melampaui kapasitas.

            Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPD RI saat melakukan ramah tamah dengan Wakil Walikota Malang Bambang Priyo Utomo dan jajaran Pemkot Malang, di Balaikota Malang, Senin 10 Desember malam.
            Sejak beberapa tahun belakangan, bandara Abdulrahman Saleh yang menjadi pangkalan TNI AU sudah difungsikan menjadi bandara komersil yang melayani penerbangan reguler ke Jakarta bahkan ke Kalimantan. Peningkatan status ini diharapkan dapat mengakomodasi geliat ekonomi dan pembangunan Malang Raya khususnya dan kawasan selatan Jawa Timur pada umumnya.
            Kawasan Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, berpenduduk lebih kurang 4 juta jiwa. Kawasan ini dalam beberapa tahun belakangan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Bahkan Kota Malang telah menjadi kota pendidikan internasional dengan keberadaan 57 perguruan tinggi serta 350 ribu mahasiswa. Sekitar 200 ribu mahasiswa itu berasal dari luar Kota Malang bahkan dari luar negeri.

            Menurut Ketua DPD, meski selama ini bandara di kota Malang itu berada dalam pengelolaan TNI AU, namun ia berkeyakinan TNI akan menyambut baik keinginan ini, karena bagi TNI semua upaya untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa adalah juga cita-cita TNI.
            Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Propinsi Jawa Timur, Ketua DPD RI Irman Gusman menyambangi Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu serta Kota Blitar. Ketua DPD melakukan serangkain agenda yakni meresmikan kampus STT RRI Malang, melakukan penanaman pohon bersama para aktivis lingkungan, tokoh antar umat beragama dan warga masyarakat di Desa Sumbe Brantas, Hulu Brantas serta berbicara dalam Dialog Interaktif Persiapan Daerah dalam Menghadapi Era Digitalisasi Media di Kampus Universitas Brawijaya.
            Selasa hari ini, 11 Desember 2012, Ketua DPD RI Irman Gusman akan melanjutkan perjalanan berziarah ke makam Bung Karno serta mengunjungi lokasi lahan pembangunan Pabrik Gula PT. Kencana Gula Manis di Kelurahan Bence, Kecamaan Garum, Kabupaten Blitar.***

Sabtu, 08 Desember 2012

Prof. Richard Krevolin Memberikan Kuliah Tentang Perfiliman Hollywood di @America










 

Prof. Richard Krevolin and Andy Chandra




Deskripsi:

Looking at archetypical characters in Hollywood films and decoding how messages and meanings are presented to the world, this seminar will help us understand ourselves and others much better. This will be a lively and interactive discussion with Prof. K. and a panel of Indonesian filmmakers. Come and tell us what you think!
Richard Krevolin is a graduate of Yale University. Richard went on to earn a master’s degree in screenwriting at UCLA’s School of Cinema-Television, and a master’s degree in playwriting and fiction from USC. From 1990 - 2002, Richard taught both undergraduate and graduate writing classes at the USC School of Cinema/TV as well as UCLA Film School, Ithaca and Pepperdine. Under his guidance, his students have sold books, film scripts and TV shows to numerous publishing houses, Universal, Paramount, Dreamworks and other studios. This year, he just wrote and directed the feature length documentary, Making Light in Terezin. He is the author of the books, Screenwriting From The Soul (St. Martins Press), Pilot Your Life (Prentice-Hall), How To Adapt Anything Into A Screenplay (Wiley and Sons) and Screenwriting in the Land of OZ (Adams Media). Richard also has several screenplays and stageplays under option and in development. He was one of the writers of the documentary, Fiddler on the Roof: 30 Years of Tradition. His play, King Levine opened at the Odyssey Theater under the direction of Joseph Bologna and after receiving rave reviews, transferred to The Tiffany. More info at www.ProfK.com or www.PowerStoryConsulting.com
 
 

 http://atamerica.or.id/events/792/The-Hollywood-Lens

Kamis, 06 Desember 2012

Agreement Signed to Put VOA Programs on Sky Net Satellite TV to Burma


NonProfit
Agreement Signed to Put VOA Programs on Sky Net Satellite TV to Burma  

VOA Director David Ensor (center right) along with Myint Myint Win (center left), Managing Director of Sky Net, sign the agreement to broadcast VOA content to Burma. US Ambassador Derek Mitchell (right) looks on.
RANGOON, BURMA - Audiences in Burma will soon have a new way to watch Voice of America television programs following a breakthrough agreement between the Broadcasting Board of Governors (BBG), the U.S. government agency responsible for VOA, and Sky Net, a regional direct-to-home satellite provider.

The deal was signed Thursday in Rangoon by Voice of America Director David Ensor and Daw Myint Myint Win, managing director of Shwe Than Lwin Media Co. Ltd., which operates Sky Net.

Burmese government officials and Victor Ashe, a member of the BBG's governing board, attended the event. U.S. Ambassador to Burma Derek Mitchell called it "a point of progress in the development of a rich media culture."

Under the terms of the agreement, Sky Net will carry BBG content, starting with a new VOA Asia TV channel that will provide Burmese-language news, as well as English-language education, information and entertainment programs.

The line-up includes popular VOA music programs, as well as science shows and the English language news magazine program  On Assignment, which showcases VOA reporting from around the world and lets front-line journalists share their experiences from the field.

VOA Director Ensor thanked the government of Burma, BBG officials and the Sky Net management team for helping to arrange what he called an "historic event."   Ensor said he was "excited about the potential for expanding VOA's audience," and hoped viewers and listeners would communicate to VOA reporters, anchors and producers what they would like to see and hear.

Ashe had traveled to Burma with fellow Board members Susan McCue and Michael Meehan and Radio Free Asia President Libby Liu, along with a team of online technical experts to help Burma's fledgling Internet and mobile expansion efforts, as the country expands the scope of its international economic relationships.

"The leadership of BBG, RFA and VOA are committed to helping the people of Burma open up a free media during this historic time of democratic transition," the BBG delegation said in a statement. "On the heels of last month's historic visit by President Obama and Secretary of State Clinton, BBG board members and staff have been on the ground in discussions with the government officials, democracy leaders such as Aung San Suu Kyi, media companies and citizens looking to expand the free flow of information within Burma. Today's signing is another step to reach even more of the Burmese people through satellite television."

VOA broadcasts 25 hours of radio and three hours of TV per week into Burma, while RFA provides 21 hours of radio and 2.5 hours of TV, providing information in seven ethnic languages in addition to Burmese. According to recent research by Gallup, each week U.S. civilian international broadcasters reach 21% of Burmese age 15 and older across all languages, platforms and programs.

Earlier this year, Voice of America signed an  agreement that allows state-run radio and television in Burma to air VOA English teaching programs.


For more information about this release contact Kyle King at the VOA Public Relations office in Washington at (202) 203-4959, or write kking@voanews.com.  For more information about VOA visit the Public Relations website at  www.insidevoa.com, or the main news site at www.voanews.com.
Stay Connected

Like us on Facebook    View our videos on YouTube    Follow us on Twitter       
330 Independence Ave., SW
Washington, District of Columbia 20237
202-203-4959